Skip to main content

Posts

Strange

Strange. It never moved past friendship, but I’m glad that it never did. We were always better off as platonic companions. We mixed together well, without adding romance to the pot. It’s ironic that the reasons we don’t talk as much anymore is because we decided not to take that plunge into the unknown. I miss your smile, your humor, your friendship. But I also understand that it’s okay to love someone from distance. “I respect your first priority. I understand your second commitment. Now can you reserve the number three for me?”

Pendosa.

“Sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang banyak bertaubat, dan mengasihi orang-orang yang sentiasa mensucikan diri” (Al Baqarah 2:222)  They said laughter is the best medicine, but sometimes tears can heal better. 

A short love story.

Cinta itu tidak boleh diungkap dengan istilah.  Hanya yang merasai akan memahami.  The end. 

Undo.

But I still don’t understand, why you left  and never come back. 

Jatuh cinta.

Seruan menuju kejayaan berkumandang penuh gah. Diselang seli sahutan ayam memecah kesunyian pagi yang masih suci. Auni bingkas bangun dari kamar beradu. Melangkah pantas, menadah tangan. "Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang" Usai bermunajat di tikar sejadah, dia menerima satu pesanan ringkas. Ragu-ragu pada mulanya masakan ada yang sudi menekan nekan kekunci pada waktu pagi begini. "Intan nak ikut Auni pergi ward kejap lagi." Ringkas. Pesanan yang datang membawa senyuman. Dari seorang sahabat yang rapat. Sekuntum senyuman manis terukir di bibir. Penuh bertenaga.  Teringat kembali saat pertama kali menjejakkan kaki di ward 6a iaitu ward kanak-kanak. Tiada perkataan yang dapat mengambarkan perasaan Auni pada ketika itu. Kedatangan Auni disambut dengan suara tangisan dan juga gelak tawa kanak-kanak yang berada di ward itu. Perasaan Auni bercampur baur. Sedih. Gembira. Jatuh cinta juga mungkin.  Masakan tidak bahagia dan g...